This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 24 April 2016

Gangguan Kesehatan Mental : Kleptomania

Tugas Kelompok Mata Kuliah Kesehatan Mental

Anggota:
Irpan Salam
Irna Musdalifa
Nadeenka Nathania
Sarah Cika Permatasari

2PA01

 KLEPTOMANIA

Pengertian kleptomania


Kleptomania dapat disebut juga sebagi gangguan karena kegagalan atau ketidakmampuan mengendalikan keinginan untuk mengambil suatu barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan atau tidak cukup berharga untuk pengambilannya. Kegagalan mengendalikam keinginan untuk mengambil tersebut tidak hanya terjadi satu atau dua kali saja, tetapi berulang kali. Biasanya barang yang diambil atau dicuri itu akan diberikan kepada orang lain, ditimbun di suatu tempat tertentu, dibuang atau dikembalikan lagi ke tempat asalnya.

Penyebab kleptomania

Kleptomania secara biologis berkaitan dengan kelainan zat kimia, sedangkan secara psikologis seseorang yang mengalami kleptomania biasanya memiliki gangguan lain seperti depresi. Kelainan zat kimia tersebut yaitu serotonin dan dopamin yang merupakan zat kimia neurotransmiter di dalam otak. Serotonin berfungsi untuk mengatur mood dan emosi, sedangkan dopamin berfungsi untuk menimbulkan rasa senang.
Seseorang dengan kleptomania memiliki kadar serotonin yang rendah dan diperkirakan berperan dalam menimbulkan dorongan yang kuat untuk mencuri tanpa bisa menahannnya. Seseorang yang dengan gangguan kleptomania akan merasakan ketegangan saat dorongan untuk mencuri tiba-tiba muncul dengan kuat. Setelah mereka mencuri maka akan muncul perasaan senang, puas, dan lega. Jadi, pencurian yang dilakukan ini membantu kleptomaniac untuk melepaskan ketegangan dan memicu dikeluarkannya zat dopamin. Karena dopamin merupakan zat yang berkaitan dengan rasa senang, maka kleptomaniac cenderung melakukan lagi hal yang menyenangkan tersebut (mencuri) dan siklus ini akan terjadi berulang-ulang dan puas                        
Penderita kleptomania biasanya juga memiliki gangguan suasana hati seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan perilaku makan, dan kecanduan (alkohol atau narkoba) yang jika dilihat lagi berkaitan dengan kinerja zat serotonin dan dopamin. Penyebab lain dari kleptomania yaitu seseorang yang memiliki luka di kepala diduga ada perubahan kinerja otak dan zat-zat yang bekerja di dalamnya.
 

Jenis-jenis Klepto :

  1.      Klepto natural adalah klepto yang ditandai dengan mencuri barang-barang yang tak berguna.
  2.      Klepto elite adalah klepto yang ditandai dengan mencuri barang-barang yang harganya mahal.
  3.      Klepto humanis/animalis adalah klepto yang ditandai dengan mencuri anak orang atau hewan. 
  4.        Klepto transaktif adalah klepto yang ditandai dengan mencuri uang tapi bukan korupsi. 
  5.       Klepto persona adalah klepto yang ditandai dengan mencuri-curi muka dan/atau bentuk tubuh. 
  6.        Klepto status adalah klepto yang ditandai dengan mencuri status/kekuasaan 
  7.        Klepto narsistik adalah klepto yang disertai dengan Narsisis.

Gejala Kleptomania

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders- DSM IV-TR (text revision) terbitan American Psychiatric Association (Edisi ke IV, 2000), klepto memiliki gejala sebagaiman berikut : 
  • Pengulangan mencuri benda-benda yang tidak dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan atau kadang benda-benda itu diberikan untuk orang lain. Benda-benda yang diambil adalah benda-benda yang tidak mempunyai nilai, tidak berharga.
  • Peningkatan dorongan secara terus-menerus sebelum mencuri.  
  • Timbul rasa senang ketika mencuri berhasil dilakukan.
  • Proses mencuri tersebut tidak dimotivasi oleh rasa marah atau keinginan untuk balas dendam dan tidak disebabkan oleh delusi dan halusinasi.  
  • Perilaku tersebut tidak disebabkan oleh conduct disorder, manic episode pada gangguan bipolar, atau gangguan kepribadian antisosial 
  • Orang kleptomania biasanya akan mengalami stres sebelum mengambil dan juga dia tidak mempunyai rasa bersalah.  
  • Umumnya Penderita Mampu Membeli Barang Yang Dia Curi. 
  • Penderita Akan Merasa Tegang Saat Melihat Barang Yang Dia Inginkan Dan Sesaat Sebelum Mengambulnya.Setelah Berhasil Ia Akan Merasa Senang Dan Lega. 
  • Penderita mengambil barang secara spontan dan tanpa strategi serta langkah yang rumit, seringkali ia meninggalkan jejak dan jejak tersebut justru mengarah ke pelaku tunggal yaitu ia sendiri. 
  • Penderita tidak merasa bersalah setelah mengambil barang tersebut,bahkan ia akan berani memakainya di depan si pemilik asli, tetapi ada pula yang menyembunyikan atau malah mengembalikannya. 
  • Punya keinginan besar yang begitu mendesak untuk mencuri pada barang yang mungkin tidak ia perlukan. 
  • Merasa lega dan puas saat mencuri. 
  • Tapi setelah mencuri akan merasa bersalah, menyesal, membenci diri sendiri dan takut ditahan polisi. 
  • Meski sesudah mencuri timbul rasa takut dan menyesal tapi dorongan untuk mencuri akan muncul lagi secara spontan atau saat sedang depresi atau stres, sehingga perilaku kleptomania terus berulang. 
  • Orang kleptomania mencuri bukan untuk kepentingan pribadi atau balas dendam, tetapi karena dorongan yang begitu kuat sehingga timbul rangsangan untuk mencuri. 
  • Perasaan tidak nyaman (inadequacy) 
  • Perasaan tidak aman (insecurity) 
  • Kurang memiliki rasa percaya diri (self-confidence) 
  • Kurang memahami diri (self-understanding) 
  • Kurang mendapat kepuasan dalam berhubungan sosial 
  • Ketidakmatangan emosi  
  • Mengalami patologi dalam struktur sistem syaraf
Ciri-ciri Kleptomania:
  • Pengulangan mencuri benda-benda yang tidak dibutuhkan, dan biasanya setelah mencuri benda tersebut dibagikan kepada orang lain. Dan benda yang diambilnya tidaklah berharga
  • Peningkatan dorongan secara terus menerus sebelum mencuri, dan juga timbul perasaan senang ketika mencuri berhasil dilakukannya.
  • Umumnya penderita mampu membeli barang yang di ambilnya dan biasanya ketika     proses pengambilan atau pengutilan terjadi, hal ini tidak di dasari rasa balas dendam dan tidak pula disebabkan oleh delusi atau halusinasi. 
  • Penderita melakukan hal tersebut secara spontan dan tanpa strategi terlebih dahulu sehingga, ini akan menimbulkan jejak yang justru mengarah ke pelaku tunggal yaitu ia sendiri, pada saat sebelum mengambil barang pelaku akan merasa tegang dan setelah mengambil akan timbulperasaan lega dan senang 
  • Si penderita tidak akan merasa bersalah setelah mengambil barang tersebut, bahkan ia berani mengenakannya didepan sang pemilik atau jika tidak ia akan menyembunyikannya. 

Solusi dan Penanganan Kleptomania

Secara psikologis kleptomania bisa disembuhkan dengan caraterapi, tetapi antara psikolog dengan keluarga tentu haruslah aktif dalam proses penyembuhan tersebut. Orang-orang terdekat penderita harus diberitahu sebelumny bahwa orang tersebut sedang berada dalam proses penyembuhan dan pengawasan. Tetapi kalau masalah kleptomania telah masuk kedalam taraf otak atau saraf maka penanganan dengan obat-obatan haruslah segera dilakukan untuk terapi akan dijabarkan dibawah ini sedangkan untuk penanganan dengan obat-obatan akan dijabarkan kemudian:
Terapi yang digunakan dalam penyembuhan kleptomania adalah:
·      Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Individu diharapkan dapat mengidentifikasi perilaku yang salah, pikiran negatif, dan mengubah pikiran dan perilaku tersebut secara lebih sehat.
·       Ratinal Emotive Therapy

Individu diberikan beberapa perlakukan seperti covert sensitization, dimana individu direkam secara diam-diam ketika melakukan pengutilan, hasil rekaman tersebut akan diperlihatkan kepada individu dengan pengarahan konsekuensi sosial terhadap perilakunya tersebut.
·      Aversion Therapy

Individu diminta untuk berusaha mengatur pernapasan secara baik, menahan napas untuk beberapa saat ketika rasa tidak nyaman muncul yang diakibatkan oleh adanya dorongan-dorongan tersebut saat muncul kembali.

 

Beberapa jenis obat-obatan untuk perawatan kleptomania:
·      Antidepresan. 
Inhibitor Reuptake Serotonin Selektif (SSRI) biasanya dikonsumsi oleh penderita kleptomania. Jenis obat ini meliputi fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil, Paxil CR), fluvoxamine (Luvox, Luvox CR) dll.
·      Mood Stabilizer. 
Jenis obat ini bertujuan menyeimbangkan mood (suasana hati) Anda sehingga perubahan yang cepat atau tak seimbang yang biasanya memicu dorongan mencuri bisa diredakan. Salah satu mood stabilizer untuk mencegah kleptomania adalah lithium (Lithobid).
·      Obat-obatan anti kejang .
Walaupun sebenarnya diperuntukkan bagi penderita gangguan kejang-kejang, jenis obat-obatan ini menunjukkan manfaat dalam gangguan mental tertentu, mungkin juga termasuk kleptomania. Contoh obat-obatan jenis ini adalah topiramate(Topamax) dan asam valproat (Depakene, Stavzor).
·      Obat-obatan Kecanduan. 
Naltrexone (Revia, Vivitrol) memblok bagian otak yang merasakan kenikmatan dengan perilaku adiktif. Obat ini dapat membantu menurunkan dorongan dan kenikmatan yang dihubungkan dengan kegiatan mencuri.
Dukungan dari keluaraga

Apabila sanak saudara atau mungkin anak kita memiliki gejala/ciri atau telah dipastikan menderita klepomania tips-tips dibawah ini dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kleptomania, diharapkan beberapa cara dibawah ini dapat memberikan petunjuk dan guidance kepada orang tua dan guru bagaimana cara menghadapi seseorang yang menderita kleptomania:
·   Mencukupi kebutuhan anak. Banyak anak suka mencuri karena keinginan yang dibutuhkan belum terpenuhi. Sebaiknya orang tua mengoreksi diri, apakah ada kebutuhan anak yang belum dicukupi? Kelalaian itu bisa terjadi dalam bentuk: tidak memberi makanan yang bergizi, atau tidak menyediakan alat tulis yang dibutuhkan, atau keperluan sehari- hari lainnya. Semuanya itu akan membuat anak tergoda untuk melakukan pencurian.
·        Memberi perhatian yang cukup. Ada pencurian karena adanya ketidakstabilan dalam jiwa anak. Orang tua yang sibuk hanya tahu mencukupi kebutuhan anak secara materi, tetapi melalaikan kebutuhan rohaninya. Bila anak itu sehat, puas dan stabil jwanya, tidak mungkin ia mencuri untuk mencari perhatian orang dewasa.
·     Mengenali pergaulan anak. Ketika diketahui anak mulai suka mencuri, segera selidiki lebih dahulu tentang teman-temannya. Apakah ia bergaul dengan teman-teman yang berperangai buruk, yang menganggap mencuri itu satu keberanian atau mereka diancam untuk mencuri. Jika benar teman-teman itu yang bermasalah, maka dengan sabar orang tua harus mengajar anak dan menjelaskan akibat buruk dari mencuri itu.
·   Menyelidiki motivasinya. Selain unsur di atas, mungkin masih ada motivasi yang tersembunyi yang mendorong anak itu mencuri. Cobalah untuk mengetahui kehidupan sosial anak itu, mungkin mereka sedang berpacaran atau sedang terjerumus pada obat-obat terlarang seperti: ganja atau minuman keras. Bila orang tua dengan teliti menyelidiki motivasi anak mencuri, maka akan lebih mudah mengatasi masalahnya.
·    Memasukkan konsep nilai yang benar. Sejak kecil orang tua sudah harus mendidik perbedaan antara "ini milik kamu" dan "ini milik saya". Jangan membiarkan anak sembarangan mengambil barang orang lain. Kalau dalam tas atau di saku ditemukan barang milik teman, anak harus segera mengembalikannya. Menerapkan konsep yang benar harus disertai dengan teladan yang baik supaya anak tidak tamak terhadap hal apa pun sekalipun itu hal yang kecil atau sembarangan meminjam barang milik orang lain. Berikanlah penghargaan dan pujian bila mereka mampu mengurus atau mengatur barangnya sendiri.
·     Melakukan usaha secara bersama. Jika anak sendiri tidak berniat untuk membuang kebiasaan yang jelek, meskipun orang tua atau guru memaksa atau menekan mereka, hasilnya tetap akan sia-sia. Usahakanlah untuk bekerja sama dengan anak, menasihati dan menjelaskan sebab-akibat dari tindak mencuri, atau membantu mereka untuk mencari jalan ke luar yang bisa dilakukan, kemudian berdoalah bersama mereka agar bersandar pada anugerah Tuhan untuk hidup dalam kemenangan.
·      Mendidiknya dalam kebenaran. Hati nurani manusiapun berbicara bahwa mencuri itu dosa dan Allah akan menghukum dosa itu. Apabila anak itu dalam kelemahannya telah berbuat dosa, berikan pengertian bahwa ia tetap disayangi, apalagi oleh Allah, jika mau bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

 Video Kleptomania





Daftar Pustaka

 

Selasa, 12 April 2016

Tokoh-Tokoh Kepribadian Sehat (III)

Teori Kepribadian Sehat Menurut Abraham Maslow




1. Perkembangan Kepribadian Menurut Maslow

Konsep perkembangan bagi Abraham Maslow erat kaitannya dengan gagasan-gagasannya tentang kemampuan. Hasil-hasil penelitiannya membawanya sampai pada kesimpulan bahwa perkembangan kearah aktualisasi diri merupakan sesuatu yang wajar sekaligus perlu.
Kemudian, manusia memiliki kapasitas untuk tumbuh dan berkembang, sehinggga Maslow mengemukakan beberapa factor mengapa manusia itu gagal untuk berkembang dan tumbuh, diantarantaya adalah:
1.   Naluri manusia itu cenderung lemah, sehingga pertumbuhan dengan mudah dibuat tak berdaya oleh kebiasaan-kebiasaan buruk, lingkungan, budaya yang kurang baik atau pendidikan yang kurang memadai atau bahkan keliru.
2.  Dalam kebudayaan barat ada kecenderungan kuat untuk takut pada naluri-naluri, dan memandang semua naluri bersifat kebinatangan serta hina.
3.    Pengaruh negative kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan yang rendah itu ternyata kuat.
4.   Kecendrungan pada orang dewasa untuk meragukan dan bahkan takut pada kemampuan-kemampuan mereka sendiri, takut bahwa potensi mereka lebih besar dari yan selama ini merka sadari.
5.      Lingkungan budaya dapat menghambat perkembangan manusia kearah aktualisasi diri.
6.  Banyak individu yang diam dengan masa lalunya, sehingga menghambat proses perkembangan manusia itu sendiri dan bahkan mereka tidak dapat mengaktualisasiaka dirinya.

2. Kepribadian Sehat Menurut Maslow

Menurut Maslow jika tingkat kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat terpenuhi, maka kita tidak bisa disebut sebagai manusia yang sehat secara psikologis. Maslow juga menyebutkan bahwa orang yang sehat adalah orang mampu mengaktualisasikan diri mereka dengan baik dan imbang, mereka juga dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu memenuhi potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui dan memahami dunia sekitar mereka. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri itu tidak berjuang, namun mereka berusaha. Maslow menyebut teori ini dalam “metamotivation”. Ia juga menulis “Motif yang paling tinggi ialah tidak didorong dan tidak berjuang”, itu berarti memang orang yang mampu mengaktualisasikan diri tidak berjuang melainkan berusaha.

Menurut Maslow, syarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yaitu memuaskan hierarki, diantaranya yang pertama adalah kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta kasih, serta penghargaan diri. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi diri.

Kita juga tidak membutuhkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam waktu yang sama, akan tetapi dapat membutuhkannya dalam waktu yang berbeda. Hanya kebutuhan yang sangat penting yang akan dirasakan pada saat bersamaan dan dalam setiap momen tertentu.

Selain itu kepribadian yang sehat menurut maslow adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada orang-orang lain. Individu yang sehat melihat pertumbuhan dan perkembangan orang lain menjadi sama pentingnya pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri. Maslow menempatkan rasa tanggung jawab pada orang lain melalui hierarki kebutuhannya, terutama pada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan. Maslow juga menyatakan bahwa pertumbuhan psikologis akan menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang yang gagal bertumbuh dengan sendirinya akan mengalami gejala patologi baik mental maupun fisik.

3. Konsep Kepribadian Menurut Maslow


Konsep mental menurut Abraham Maslow
1.      Hierarki kebutuhan manusia
Kita didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal yang dibawa sejak lahir yang tersusun dalam suatu tingkat dari yang paling kuat sampai yang paling lemah. Ibarat suatu tangga, kita harus meletakkan kaki pada anak tangga pertama sebelum berusaha mencapai anak tangga kedua, dan seterusnya, sampai kita mampu naik pada tingkat yang paling tinggi.
Dan kebutuhan-kebutuhan itu adalah :
·         Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, seks dan pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup. Dan juga kebutuhan ini merupakan yang terkuat dan sifatnya amat penting dari semua kebutuhan.
·         Kebutuhan Akan Rasa Aman
Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi kebutuhan-kebutuhan akan jaminan, stabilitas, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan. Kebutuhan akan rasa aman juga merupakan kebutuhan untuk mendapatkan perlindungan agar dapat melangsungkan hidup dengan baik.
·         Kebutuhan Akan Memiliki Cinta dan Kasih
Kebutuhan ini semacam layak untuk mendapatkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap orang lain, baik seperti orang tua, kakak, adik, sahabat, ataupun saudara dengan tujuan agar merasakan perasaan memiliki. Kita memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita akan cinta dengan membangun suatu hubungan akrab dan penuh perhatian, dan dalam hubungan ini memberi dan menerima cinta adalah sama pentingnya.
·         Kebutuhan Akan Penghargaan
Penghargaan yang berasal dari orang lain dan juga terhadap diri sendiri. Penghargaan yang berasal dari orang lain (dari luar) misalnya popularitas ataupun keberhhasilan dalam masyarakat. Ada banyak cara juga supaya orang lain bisa menghargai kita, menurut saya apabila dengan cara yang negatif, kita bisa saja memamerkan serta gengsi kita dengan apa yang kita miliki, seperti mengendarai mobil mewah yang kita miliki, membeli rumah besar, dsb. Kita tidak dapat menghargai diri kita jika kita tidak mengetahui kita apa dan siapa.
·         Aktualisasi diri
Jika kita telah memuaskan semua kebutuhan diatas, maka kita didorong oleh kebutuhan yang paling tinggi, yaitu aktualisasi diri. Aktualisasi diri dapat didefinisikan sebagai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. Kita harus bisa menjadi menurut potensi yang kita miliki. Maslow menyebutkan apabila kita dapat memuaskan kebutuhan kita dari tingkat yang rendah, kita masih merasa aman secara fisik maupun emosional, mempunyai rasa memiliki dan juga merasa bahwa kita adalah diri yang berharga. Namun apabila kita gagal dalam tahap aktualisasi diri ini, maka kita akan merasa kecewa, tidak tenang dan tidak puas. Dengan begitu, kita tidak akan berada dalam damai pada diri kita sendiri dan tidak bisa dikatakan bahwa kita sehat secara psikologis.
Daftar Pustaka
Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
Feist, Jess. 2006. Theories of Personality. Yogyakarta: Pustaka Pelajar


Tokoh-Tokoh Kepribadian Sehat (II)

Teori Kepribadian Sehat Menurut Rogers


1902 - 1987

Rogers (1902-1987) menjadi terkenal berkat metode terapi yang dikembangkannya, yaitu terapi yang berpusat pada klien (client-centered therapy). Tekniknya tersebar luasdi kalangan pendidikan,bimbingan, dan pekerja sosial. Rogers sangat kuat memegangasumsinyabahwa manusia itu bebas, rasional, utuh, mudah berubah, subjektif, proaktif, heterostatis, dan sukar dipahami (Alwisol, 2005 : 333).

1. Perkembangan Kesehatan Mental Menurut Carl Rogers
Carl Rogers adalah seorang psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client centered). Rogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya sebagai terapis selama bertahun-tahun. Teori Rogers mirip dengan pendekatan Freud, namun pada hakikatnya Rogers berbeda dengan Freud karena Rogers menganggap bahwa manusia pada dasarnya baik atau sehat. Dengan kata lain, Rogers memandang kesehatan mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara , kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah.

2. Kepribadian Sehat Menurut Carl Rogers

Menurut Rogers pribadi yang sehat adalah pribadi yang mampu berfungsi sepenuhnya. Mereka mampu mengalami secara mendalam keseluruhan emosi, kebahagiaan atau kesedihan, gembira atau putus asa. Ciri-ciri dari pribadi sehat ini adalah memiliki perasaan yang kuat, dapat memilih bertindak bebas, kreatif dan spontan. Memiliki keberanian untuk menjadi ”ada” yaitu menjadi diri sendiri tanpa bersembunyi dibalik topeng atau berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya.



3. Konsep Kepribadian Menurut Rogers
Konsep teori tentang kepribadian Rogers (Rogers dalam Corsini, 2011) mengacu pada sembilanbelas pokok pikiran tentang kepribadian, yaitu:
1.      Semua individu (organisme) berada di dunia pengalaman yang terus berubah. Pada konteks tersebut, individu tersebut adalah pusat perubahan.
2.      Individu atau organisme bereaksi terhadap perubahan fenomena sebagaimana hal tersebut dirasakan atau dipersepsikan. Fenomena yang dipersepsikan tersebut adalah realitas bagi individu.
3.      Organisme bereaksi sebagai satu unit yang utuh terhadap bidang fenomena.
4.  Individu memiliki kecenderungan dan upaya untuk mengaktualisasikan, menjaga dan memelihara status sebagai organisme yang terus memberikan makna atas pengalaman.
5.    Beberapa bagian dari keseluruhan ruang yang dipersepsi secara bertahap akan dipisahkan dan menjadi sesuatu yang disebut diri (self).
6.   Sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan –dan lingkungan sebagiannya adalah hasil interaksi dengan individu lain– self terbentuk, cair tapi konsisten pada persepsi tentang karakteristik  dan hubungan antara aku (I sebagai subyek) dan aku lian (me sebagai obyek) bersama dengan pelbagai nilai yang terselip pada konsep-konsep tersebut.
7.  Sudut pandang terbaik untuk memahami kepribadian subyek tertentu mengacu pada kerangka yang mengacu langsung kepada individu.
8.  Perilaku secara prinsipil merupakan upaya yang diarahkan untuk memenuhi pelbagai kebutuhan sebagai sesuatu yang dialami pada ruang pengalaman langsung yang dipersepsi.
9.    Emosi menyertai dan memfasilitasi tujuan yang mengarahkan perilaku. Sementara bentuk emosi berhubungan dengan jenis perilaku yang dianggap berpengaruh untuk mempertahankan keberadaan individu.
10.  Nilai melekat pada pengalaman, sementara nilai menjadi bagian langsung dari struktur diri (self) dan nilai-nilai yang merupakan bagian dari struktur diri.
11.  Pengalaman yang terjadi dalam kehidupan individu beroperasi dengan cara:
a) Disimbolkan, dirasakan dan disusun dalam beberapa hubungan langsung dengan diri;
b)  Diabaikan karena tidak ada hubungan yang dirasakan secara langsung  pada struktur diri (self);
c) Indvidu menolak simbolisasi pengalaman karena tidak konsisten dengan struktur diri (self) tersebut.
12.  Hampir seluruh model perilaku yang diterima oleh individu adalah bentuk yang sesuai dan konsisten dengan konsep diri.
13. Perilaku dapat disebabkan oleh pengalaman organik dan kebutuhan yang belum disimbolisasikan pada self. 
14.  Penyesuaian psikologis  terjadi apabila ketika konsep diri,  seperti pengalaman viseral dan sensorik berasimilasi pada tingkat simbolis ke dalam hubungan yang konsisten dengan konsep diri pada individu.
15.  Kegagalan menyesuaikan diri secara psikologis ada terjadi apabila individu menyangkal pengalaman sensoris dan viseral. Akibatnya pengalaman tersebut tidak tersimbolisasikan and tertata pada struktur kepribadian. Situasi ini menyebabkan ketegangan atau potensi ketegangan psikologis.
16.  Pelbagai pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur kepribadian individu dinilai sebagai ancaman. Sikap ini dimunculkan untuk mempertahankan situasi kepribadian atau self itu sendiri.
17. Self, pada situasi tertentu akan mengevaluasi pengalaman yang tidak konsisten dengan struktur kepribadian. Penilaian terhadap pengalaman tersebut akan direvisi. Hal ini terjadi apabila pengalaman yang tidak sesuai tersebut muncul dengan tidak menimbulkan ancaman atas struktur self itu sendiri.
18.  Ketika pengalaman sensoris tertentu diterima dan dipersepsi lalu disatukan ke dalam satuan sistem kepribadian, maka kecenderungan lain yang muncul adalah self akan lebih memahami keberadaan sesuatu yang lian dan memahami keberadaan individu lain sebagai yang terpisah dari dirinya.
19.  Karena individu memiliki sistem untuk mempersepsi dan menerima pelbagai pengalaman ke dalam struktur kepribadian, maka ia akan menyadari telah mengganti atau memperbaharui nilai-nilai terkini.
Rogers memiliki konsep kepribadian individu yang secara utuh berfungsi (fully functioning person). Konsep ini akan dijelaskan pada bagian tujuan terapi menurut Rogers.
Daftar Pustaka
Corsini,. R.,J & Wedding,. D. (2011). Current Psychoterapist. Belmont: Brooks Cole CengageLearning.
Rogers,. C. (1961). On becoming a person: A therapist’s view of psychotherapy. London: Consta.

Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.

Tokoh-tokoh Teori Kepribadian (I)

Teori Kepribadian Sehat menurut Gordon Allport

Gordon Williard Allport lahir pada 11 November 1897, di Montezuma, Idiana. Dari pasangan John E. Allport dan Nellie Wise Allport sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara. Allport kecil mengembangkan ketertarikannya pada Philosophi dan pertanyaan keagamaan yang banyak memberikan kesempatan untuk berkata-kata. Dia menggambarkan dirinya sebagai sosial “terpisah” yang menggunakan lingkaran aktivitasnya sendiri. 

Ia menyelesaikan pelajaranundergraduate-nya di Universitas Harvard. Setelah mendapat gelar sarjana muda pada tahun 1919 dengan mayor ekonomi dan filsafat, Allport selama satu tahun mengajar sosiologi dan bahasa Inggris pada Robert College di Istambul. Kemudian ia kembali ke Harvard dan menyelesaikan Ph.D-nya dalam bidang psikologi pada tahun 1922. Selama 2 tahun berikutnya (tahun 1922 - 1924) ia belajar diBerlin, Hamburg, dan Cambridge (Inggris).

Pengalaman yang luas di luar negeri ini berperanan dalam mengembangkan perhatiannya yang besar terhadap soal-soal internasional dan hal ini nyata sekali dalam kegiatan-kegiatan Allport selama 30 tahun terakhir. Hal tersebut jugalah yang menyebabkan Allport selama satu decade atau lebih menjadi salah seorang juru tafsir utama psikologi Jerman di Amerika. Sekembalinya dari Eropa, ia menerima jabatan sebagai instruktur pada Department of Social Ethick di Universits Harvard. Jadi, disini tampaknya terdapat kontinuitas antara mengajarnya yang pertama di Amerika dengan perhatian Allport yang tetap terhadap masalah-macalah yang mengandung implikasi social etis. Sesudah dua tahun, ia menerima jabatan lector psikologi di Darmouth College, tetapi diundang supaya kembali ke Harvard pada tahun 1930, dimana ia tinggal sampai kematiannya pada tanggal 9 Oktober 1967, sebulan menjelang ulang tahunnya yag ke-70. Setahun sebelum kematiannya. Ia diangkat menjadi Professor Richard Cabot dalam bidang Etika Sosial yang pertama. Allport adalah salah seorang diantara tokoh-tokoh utama dalam gerakan internasional yang mendorong pembentukan Department of Social Relations di Universitas Harvard, dalam rangka mewujudkan integrasi secara sebagian antara psikologi, sosiaologi, dan antropologi.

1. Perkembangan Kepribadian Menurut Gordon Allport

Gordon W. Allport melihat bahwa anak yang baru lahir sebagai individu yang berasal dari keturunan, hanya memiliki dorongan primitif, dan tingkah laku reflek, tidak memiliki kepribadian tapi memiliki potensi yang akan terpenuhi atau terbentuk pada saat pertumbuhan dan pematangannya.
          
Ini adalah perkembangan anak hinggak dewasa menurut Allport:
Ø  0-3 Tahun : Pembangunan kesadaran diri
sense of bodily self (enak tidak enak), perasaan identitas diri berkelanjutan kesadaran sebagai subjek yang berkembang. Dalam hal ini bahasa menjadi faktor yang paling penting. Harga diri atau kebanggaan sebagai periode terakhir dimana anak ingin melakukan sesuatu, membuatnya terwujud, dan mengontrol dunianya sendiri.
Ø  4-6 Tahun : Perluasan diri dan gambaran diri
Dalam perluasan diri, perasaan yang terhubung dengan orang-orang dan hal-hal yang penting dalam lingkungannya. Relasi anak dan lingkungan tempat dia tumbuh terhubung sangat penting. Muncul perasaan lingkuangan tersebut adalah bagian dirinya. Sedangkan gambaran diri yaitu terkait dengan penanaman nilai, tangung jawab moral, intensi, tujuan dan pengetahuan diri yang akan berperan mencolok dalam kepribadiannya kelak.
Ø  6-12 Tahun : Kesadaran diri
Pengenalan kemampunan diri mengatasi persoalan-persoalan dengan alasan dan gagasan karena anak bergerak dari lingkungan keluarga ke masyarakat.
Ø  Remaja    : Propriate striving
Pembanguanan tujuan dan rencana ke depan: intensi-intensi, long-range purposes,distant goals. Persoalan utama berkaitan dengan identitas, ”apakah saya seorang anak atau dewasa?” 
Ø  Kedewasaan
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.

2. Kepribadian Sehat Menurut Allport
Ø  Perluasan diri sendiri
Orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri.
Ø  Hubungan diri yang hangat dengan orang lain
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman-keintiman atau cinta serta simpati dan empati terhadap orang lain.
Ø  Keamanan emosional
Kepribadian yang sehat mampu menerima semua segi dari apa yang ada pada diri mereka, termasuk kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan.
Ø  Persepsi realistis.
Orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif.
Ø  Keterampilan-keterampilan dan tugas
Orang yang berjiwa sehat menggunakan keterampilan-keterampilan secara ikhlas, antusias, melibatkan dan menempatkan diri sepenuhnya dalam pekerjaan kita.
Ø  Pemahaman diri
Memahami tentang hubungan atau perbedaan antara gambaran tentang diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang seseungguhnya.
Ø  Filsafat hidup yang mempersatukan
Orang yang berjiwa sehat memiliki pandangan hidup dan nilai-nilai diri sendiri dalam menjalani hidup dan mengambil keputusan. Bukan berdasarkan nilai-nilai dan pandangan orang lain.
Ketujuh hal di atas yang menjadi landasan dalam menyikapi proporium sebagai landasan dasar perkembangan yang sehat.
3 3. Kesehatan Mental menurut Allport
Allport percaya bahwa orang-orang yang sudah matang dan sehat tidak lagi dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar yaitu kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Orang-orang yang tidak sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tidak sadar. Individu sehat berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan yang membimbing dia dan dapat mengontrol kekuatan itu juga.
Kepribadian menurut allport, kepribadian yang matang tidak dikendalikan oleh trauma ataupun konflik pada masa kanak-kanak. Pusat dari kepribadian diri kita adalah intensi-intensi diri kita yang sadar dan tidak sadar, misalnya harapan, aspirasi dan impian. Manusia didorong untuk mereduksikan tegangan-tegangan, menjaga supaya tegangan-tegangan itu berada pada tingkat yang paling rendah dan menjaga satu keadaan keseimbangan homeostatis internal atau “homeostatis”.
Manusia yang sehat memiliki kebutuhan akan sensasi dan tantangan yang bervariasi. Orang yang sehat didorong ke depan oleh suatu visi. Visi itu menyatukan kepribadiannya dan membawa orang itu ke tingkat stress yang jauh lebih tinggi.
Menurut Allport, kebahagiaan bukanlah suatu tujuan dalam diri, tetapi hasil sampingan dari integrasi kepribadian dalam mengejar aspirasi dan tujuan. Tujuan-tujuan yang dicita-ditakan oleh orang yang sehat pada hakikatnya tidak dapat dicapai. Orang-orang yang matang dan sehat tidak puas apabila dalam melakukan sesuatu hanya dalam taraf sedang atau memadai, mereka baru merasa puas apabila melakukan sesuatu dengan kemampuan maksimal mereka.

Daftar Pustaka:
Basuki,Heru.2008.Psikologi Umum.Jakarta:Universitas Gunadarma.
Sumadi,Suryabrata.2008.Psikologi Kepribadian.Jakarta:Raja Grafindo Persada